Tampil Cantik dengan Sarung Pantai

Ketika berlibur di pantai, Anda mungkin mengenakan pakaian renang one-piece atau bikini untuk berenang, surfing, atau sekadar bermain air. Seusai bermain air, tetapi Anda masih ingin nongkrong di sekitar pantai, bagaimana cara agar penampilan Anda tidak terlihat terlalu terbuka?
Mengenakan sarung pantai adalah salah satunya. Bahkan, bila Anda tahu bagaimana mengenakannya, Anda bisa mengubah sarung ini menjadi baju terusan yang aman dipakai untuk nongkrong di warung-warung atau kafe di pinggir pantai.
Lisa Letarte Cabrinha, desainer pakaian renang Letarte, berbagi cara yang unik tetapi simpel untuk mengenakan sarung.
Gaun halter
1. Pertama, pegang dua ujung bagian yang panjang dari sarung, lalu ikat kedua ujung itu di belakang leher Anda. Ingat, jangan terlalu ketat mengikatnya. Kain itu akan tampak tersampir seperti penutup leher.
2. Peganglah pinggiran sarung di bawah pinggang, ambil bagian sarung sekitar 5 cm, lalu lilitkan ke sekeliling tubuh Anda.
3. Lipat kedua pinggiran kain sehingga membungkus pinggul Anda, lalu buat simpul dari kedua ujung tersebut.
Gaun dengan pengikat
1. Pegang dua ujung bagian yang panjang pada sarung, bungkuskan sarung di belakang punggung Anda secara horizontal (mendatar).
2. Pindahkan pegangan Anda sepanjang tepi sarung, sekitar 30 cm di depan dada, lalu ikat kedua tepiannya menjadi simpul di bagian dada. Hal ini akan membuat sisa kain menjuntai ke bawah.
Gaun berjubah
1. Pegang dua ujung bagian yang panjang dari sarung, lalu bungkus ke belakang punggung Anda secara horizontal.
2. Bungkus satu sudut ke sekeliling tubuh Anda, lalu selipkan di bawah lengan yang berlawanan. Tarik ujungnya melewati bagian belakang pundak.
3. Pegang ujung tersebut dengan satu tangan, lalu tarik ujung yang lain di depan pundak. Ikat kedua ujung tersebut menjadi simpul pada pundak. Biarkan sisa kain menggantung di depan lengan.
Gaun bertumpuk
1. Pegang dua ujung bagian yang panjang dari sarung, lalu lilitkan sarung di belakang punggung Anda secara horizontal.
2. Ambil satu ujung melintasi tubuh Anda ke pundak yang berlawanan.
3. Bungkuskan ujung lainnya di bawah dada ke sekeliling punggung, lalu ke pundak lainnya yang berlawanan.
4. Ikat kedua ujungnya di pundak.
Produk Kebaya
Blog Archive
-
▼
2010
(39)
-
►
Agustus
(8)
- Tips Top Menjaga Hubungan Pasutri Selama Ramadhan
- Adaptasi setelah menikah
- Tips Cepat Mencari Jodoh bagi wanita usia 30 Tahun...
- Apakah Anda sudah layak untuk menikah ?
- Mengapa Pria Lebih Tertutup Soal Cinta
- Mengapa Pria Lebih Tertutup Soal Cinta
- Destinasi Bulan Madu Yang Indah di Indonesia
- Makanan Sehat Pasca Melahirkan
-
►
Juni
(9)
- Kebaya Indonesia Siap Bersaing di Miss World
- Koleksi Kebaya Elegant di Solo Batik Fashion
- Mau Menikah ? Datanglah ke Wedding Expo
- Trend Perkawinan 2010 'WAJIB GAYA"
- Culture Colaboration @ Wedding Party
- Menjaga & Membangun Kepercayaan dalam Rumah Tangga...
- Impian-Impian Yang Merusak Pernikahan
- Gaya baru Gaun Pengantin dari Plastik
- Spring Couture 2010 Wedding Gown
-
►
Mei
(9)
- Busana Pengantin "Putri Kedhaton"
- Keagungan Pernikahan Budaya Jawa
- Tren Busana Pengantin 2010
- Pesona Kain Tenun Indonesia
- Menghadapi Pria Moody.....
- Kebaya & Gaya Hidup 2010
- Fashion Pengantin dari Balon, Gimana dgn Kebaya Ba...
- Ritual Dalam Pernikahan Tradisional
- Fashion Pengantin Jawa, Solo Putri Nan Mempesona
-
►
Agustus
(8)





0 komentar:
Poskan Komentar